Klikjateng, Blora – Suasana Balai Desa Cabean, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Sabtu (1/11/2025), tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, puluhan warga antusias mengikuti kegiatan peringatan Hari Diabetes Melitus Sedunia yang digelar oleh Puskesmas Kapuan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Cabean. Acara ini diisi dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyuluhan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah penyakit diabetes.
Kepala Desa Cabean, Kismiyati, menyampaikan rasa senangnya atas pelaksanaan kegiatan tersebut di desanya. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan perhatian khusus kepada masyarakat, terutama yang memiliki risiko atau keluhan terkait diabetes.
“Pandangan saya itu memang bermanfaat, nggih. Senang, karena selain memperhatikan warga yang menderita atau punya keluhan tentang diabetes, juga memberikan perhatian melalui cek kesehatan gratis. Itu sangat membantu masyarakat,” ujar Kismiyati di sela kegiatan.

Ia menambahkan, adanya pemeriksaan dan senam bersama menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kismiyati berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti di satu momen peringatan saja.
“Kalau bisa, kegiatan seperti ini berkelanjutan. Sangat bagus dan benar-benar bermanfaat bagi warga. Kalau setiap ada momen seperti ini bisa diadakan lagi, pasti masyarakat senang,” lanjutnya.
Kismiyati juga mengungkapkan, pemerintah desa siap mendukung upaya peningkatan kesadaran pola hidup sehat melalui sosialisasi dan edukasi dari pihak kesehatan.
“Kalau bisa, nanti ada sosialisasi tentang makanan bergizi, edukasi dari pihak kesehatan tentang pencegahan diabetes supaya masyarakat bisa tahu cara menjaga kesehatannya,” tuturnya.
Ia menilai, partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini cukup baik meski masih tahap awal.
“Senang, Pak. Ini kan baru permulaan, jadi belum semua tahu. Tapi nanti pasti berkelanjutan, makin banyak yang ikut,” tambahnya.

Peran Puskesmas Kapuan: Pemeriksaan dan Edukasi Gratis
Sementara itu, Novita, petugas dari Puskesmas Kapuan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Diabetes Melitus Sedunia yang jatuh pada 14 November mendatang. Namun, pelaksanaannya di masing-masing puskesmas di Kabupaten Blora dilakukan bergiliran sepanjang bulan November.
“Ini kegiatan nasional dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora. Dari 26 Puskesmas di Blora semuanya mengadakan kegiatan peringatan Hari Diabetes Melitus. Puskesmas Kapuan memilih melaksanakan di Desa Cabean,” jelasnya.
Menurut Novita, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit diabetes melitus yang sering kali tidak disadari gejalanya.
“Diabetes itu penyakit tidak menular tapi berbahaya. Banyak yang tidak sadar kalau gula darahnya tinggi, padahal bisa menyebabkan pingsan bahkan luka yang sulit sembuh. Ini termasuk penyakit yang bisa menyebabkan kematian,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, sekitar 100 warga mengikuti rangkaian acara yang meliputi senam sehat bersama, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan penimbangan berat badan, semuanya diberikan secara gratis.
“Hari ini sasarannya 100 orang dan semuanya gratis. Pemeriksaan ini untuk deteksi dini supaya masyarakat bisa tahu kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Novita juga menjelaskan tentang program Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang merupakan bagian dari BPJS Kesehatan. Program ini membantu masyarakat penderita diabetes atau hipertensi agar dapat terus dipantau oleh Puskesmas.
“Kalau punya BPJS bisa ikut Prolanis. Ada Prolanis Diabetes Melitus dan Prolanis Hipertensi. Jadi nanti warga bisa rutin ikut kegiatan dan pemeriksaan kesehatan,” tambahnya.

Ia menegaskan pentingnya peran kader kesehatan desa dalam membantu Puskesmas melaksanakan kegiatan deteksi dini dan pencegahan penyakit di tingkat desa.
“Kader itu tangan kanannya Puskesmas. Tanpa kader, kami di lapangan akan kesulitan. Mereka yang melakukan kunjungan rumah dan screening di masyarakat,” tuturnya.
Sebagai pesan penutup, Novita mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan prinsip CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
“Yang paling penting sekarang itu menjaga pola makan, karena banyak makanan cepat saji dan tinggi pengawet. Itu yang harus dikurangi,” pesan Novita.
Suara Masyarakat: “Menjadi Lebih Sadar dan Mau Hidup Sehat”

Salah satu peserta kegiatan, Dewi Retno, warga Desa Cabean, mengaku mengetahui adanya kegiatan ini melalui media sosial dan grup WhatsApp bidan desa. Ia datang untuk ikut senam dan melakukan pemeriksaan gula darah.
“Tahu dari grup WA, bidan desa yang ngasih info. Saya sudah pernah cek gula darah sebelumnya, tapi senang bisa ikut lagi karena gratis,” ujar Dewi.
Ia menilai kegiatan ini sangat penting karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang cara mencegah diabetes.
“Penting banget menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Dari penyuluhan ini saya jadi tahu harus lebih menjaga kesehatan, makan diatur, dan rajin olahraga,” ungkapnya.
Kegiatan peringatan Hari Diabetes Melitus di Desa Cabean ini pun berjalan lancar dan penuh antusiasme. Selain menambah wawasan masyarakat tentang pentingnya menjaga pola makan dan aktivitas fisik, acara ini juga mempererat kerja sama antara pemerintah desa, Puskesmas, dan masyarakat dalam membangun kesadaran hidup sehat.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, supaya masyarakat Cabean semakin sehat dan sadar pentingnya mencegah diabetes,” pungkas Kismiyati, menutup wawancara dengan penuh harapan.






