Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Warga Desa Biting Tuntut Kepala Desa Mundur Akibat Kasus Penganiayaan

badge-check


					Warga Desa Biting Tuntut Kepala Desa Mundur Akibat Kasus Penganiayaan Perbesar

Klikjateng, Blora – Insiden penganiayaan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Biting, Kecamatan Sambong, Blora, terhadap perangkat desa berujung pada aksi protes warga. Ratusan warga Desa Biting berkumpul di Kantor Kecamatan Sambong pada Senin, (5/8/24). Menuntut Ngatino, Kades Biting, untuk mundur dari jabatannya. Aksi damai ini mencerminkan kekecewaan mendalam warga terhadap kepemimpinan Ngatino yang dianggap arogan dan tidak transparan.

Warga yang mengikuti aksi tersebut membawa berbagai poster dengan tulisan yang menuntut mundurnya Ngatino dari jabatan Kepala Desa. Mereka mengungkapkan beragam permasalahan yang terjadi di desa mereka, selain tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh kades. Widodo, seorang warga Desa Biting, menyatakan bahwa tindakan penganiayaan tersebut hanya puncak gunung es dari serangkaian masalah yang melibatkan Ngatino.

“Kades telah bertindak arogan dan banyak dugaan permasalahan yang harus diselesaikan, terutama mengenai transparansi penggunaan anggaran desa,” ujar Widodo. “Tujuan kita demo ini agar segera ditindaklanjuti oleh Pak Camat, dan nantinya dibawa ke PMD untuk memecat kepala desa yang saat ini sangat arogan dan mencemarkan nama baik desanya sendiri,” tambahnya.

Beberapa permasalahan yang dikeluhkan warga antara lain pengelolaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ruang pasar, bondo desa (tanah kas desa), serta kasus kekerasan dan pencemaran nama baik desa. Warga juga menyoroti tidak adanya contoh yang baik dari kades bagi masyarakat. Widodo menyebutkan adanya bukti gambar terkait perbuatan asusila yang dilakukan oleh Ngatino di sebuah hotel. “Untuk asusila ada bukti gambar di hotel,” katanya.

Selain itu, peristiwa yang paling memalukan menurut Widodo adalah saat istri sah dari Ngatino melabrak terduga selingkuhannya di ruang umum. “Di ruang umum dilabrak ibu kepala desa. Masyarakat sudah jenuh. Kalau bisa mencari pemimpin yang bisa memajukan Desa Biting,” ujarnya.

Menanggapi aksi damai tersebut, Camat Sambong, Sunarno, mengaku telah melakukan pembinaan kepada Ngatino. Menurut Sunarno, dalam kapasitasnya sebagai camat, ia hanya bisa memberikan pembinaan. “Ngatino (Kades Biting) sudah dipanggil ke sini untuk klarifikasi, karena saya tidak bisa percaya hanya pada salah satu pihak,” katanya.

Sunarno juga menambahkan bahwa Ngatino sudah ditegur keras karena telah menciptakan situasi yang tidak kondusif dengan tindakan main hakim sendiri. “Ngatino sudah kami marahi. Sudah membuat situasi tidak kondusif dengan main hakim sendiri,” ungkapnya.

Aksi damai ini menunjukkan betapa seriusnya warga Desa Biting dalam menuntut perubahan kepemimpinan di desa mereka. Mereka berharap agar pihak kecamatan dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan mengembalikan ketenangan serta ketertiban di Desa Biting.

(Ag)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita