Menu

Mode Gelap
Pemuda di Blora Tusuk Lawannya Usai Cekcok Dipicu Saling Ejek Polres Blora Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah di Bulan Ramadan Rumah Kayu Milik Petani di Jiken Blora Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp53 Juta Kuasa Hukum Cimut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Ngawen Blora Kejari Rembang Gelar Pasar Murah Jelang Ramadan, Ratusan Paket Sembako Ludes dalam Sejam ‎ Warga Nglobo Hadang Truk Rig, Jalan Rusak dan Insiden Terserempet Picu Protes

Berita

Warga Desa Biting Tuntut Kepala Desa Mundur Akibat Kasus Penganiayaan

badge-check


					Warga Desa Biting Tuntut Kepala Desa Mundur Akibat Kasus Penganiayaan Perbesar

Klikjateng, Blora – Insiden penganiayaan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Biting, Kecamatan Sambong, Blora, terhadap perangkat desa berujung pada aksi protes warga. Ratusan warga Desa Biting berkumpul di Kantor Kecamatan Sambong pada Senin, (5/8/24). Menuntut Ngatino, Kades Biting, untuk mundur dari jabatannya. Aksi damai ini mencerminkan kekecewaan mendalam warga terhadap kepemimpinan Ngatino yang dianggap arogan dan tidak transparan.

Warga yang mengikuti aksi tersebut membawa berbagai poster dengan tulisan yang menuntut mundurnya Ngatino dari jabatan Kepala Desa. Mereka mengungkapkan beragam permasalahan yang terjadi di desa mereka, selain tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh kades. Widodo, seorang warga Desa Biting, menyatakan bahwa tindakan penganiayaan tersebut hanya puncak gunung es dari serangkaian masalah yang melibatkan Ngatino.

“Kades telah bertindak arogan dan banyak dugaan permasalahan yang harus diselesaikan, terutama mengenai transparansi penggunaan anggaran desa,” ujar Widodo. “Tujuan kita demo ini agar segera ditindaklanjuti oleh Pak Camat, dan nantinya dibawa ke PMD untuk memecat kepala desa yang saat ini sangat arogan dan mencemarkan nama baik desanya sendiri,” tambahnya.

Beberapa permasalahan yang dikeluhkan warga antara lain pengelolaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ruang pasar, bondo desa (tanah kas desa), serta kasus kekerasan dan pencemaran nama baik desa. Warga juga menyoroti tidak adanya contoh yang baik dari kades bagi masyarakat. Widodo menyebutkan adanya bukti gambar terkait perbuatan asusila yang dilakukan oleh Ngatino di sebuah hotel. “Untuk asusila ada bukti gambar di hotel,” katanya.

Selain itu, peristiwa yang paling memalukan menurut Widodo adalah saat istri sah dari Ngatino melabrak terduga selingkuhannya di ruang umum. “Di ruang umum dilabrak ibu kepala desa. Masyarakat sudah jenuh. Kalau bisa mencari pemimpin yang bisa memajukan Desa Biting,” ujarnya.

Menanggapi aksi damai tersebut, Camat Sambong, Sunarno, mengaku telah melakukan pembinaan kepada Ngatino. Menurut Sunarno, dalam kapasitasnya sebagai camat, ia hanya bisa memberikan pembinaan. “Ngatino (Kades Biting) sudah dipanggil ke sini untuk klarifikasi, karena saya tidak bisa percaya hanya pada salah satu pihak,” katanya.

Sunarno juga menambahkan bahwa Ngatino sudah ditegur keras karena telah menciptakan situasi yang tidak kondusif dengan tindakan main hakim sendiri. “Ngatino sudah kami marahi. Sudah membuat situasi tidak kondusif dengan main hakim sendiri,” ungkapnya.

Aksi damai ini menunjukkan betapa seriusnya warga Desa Biting dalam menuntut perubahan kepemimpinan di desa mereka. Mereka berharap agar pihak kecamatan dan pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dan mengembalikan ketenangan serta ketertiban di Desa Biting.

(Ag)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita