Menu

Mode Gelap
Progres Pembangunan KDKMP di Blora Capai 72 Persen, Empat Desa Rampung Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Rapat Konsultasi TP PKK Blora 2026, Targetkan Ekonomi Mandiri hingga Bebas Stunting Penerapan E-Parkir di Pasar Sido Makmur Blora, Pendapatan Melejit 800 Persen‎ Resmikan SPPG Polres Blora 2, Bupati Arief Dorong Jadi Dapur Percontohan Program MBG‎ Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi

Berita

Bupati Rembang Pimpin Penanaman 36 Ribu Bibit Mangrove di Pantai Pasar Banggi

badge-check


					Bupati Rembang Pimpin Penanaman 36 Ribu Bibit Mangrove di Pantai Pasar Banggi Perbesar

Klikjateng, Rembang – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, Bupati Rembang H. Harno memimpin langsung kegiatan penanaman 36.200 bibit mangrove di kawasan Pantai Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, pada Rabu (15/10/2025).

Aksi lingkungan ini merupakan bagian dari gerakan “Mageri Segoro”, yang dilaksanakan serentak di seluruh pesisir utara Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, anggota TNI dan Polri, organisasi masyarakat, PLN, hingga perangkat desa.

Bupati Harno menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan dukungan nyata terhadap program “Mageri Segoro” yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, dan dilaksanakan serentak di 17 kabupaten pesisir.

“Jadi di semua pantai yang bisa ditanami mangrove, kita tanami mangrove. Yang tidak bisa, kita tanami cemara, jadi menyesuaikan kondisi di lapangan. Ini dilaksanakan bersama-sama dengan kabupaten lain di Jawa Tengah yang berada di pesisir,” jelas Bupati Harno.

Menurutnya, kawasan hutan mangrove di Pasar Banggi merupakan salah satu yang terbaik dan terlebat di Jawa Tengah, dengan luas mencapai 28 hektare. Kawasan ini juga menjadi bagian dari destinasi wisata Jembatan Merah Hutan Mangrove, yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.

“Ini akan berdampak bagus untuk ekosistem di sini. Satwanya berkembang, dan yang terpenting dapat mencegah abrasi,” imbuhnya.

Bupati yang akrab disapa Pakde Harno itu juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penanaman tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya menanam mangrove adalah langkah sederhana namun sangat efektif dalam menjaga garis pantai dari ancaman abrasi.

“Kalau lokasi tidak memungkinkan ditanami mangrove, kita gunakan cara lain seperti pembangunan breakwater. Tapi biayanya tentu jauh lebih besar,” tambahnya.

Selain di Pantai Pasar Banggi, sebagian bibit mangrove juga akan ditanam di wilayah Kabongan Lor, yang termasuk dalam Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).

Melalui gerakan “Mageri Segoro” ini, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.

“Gerakan ini bukan hanya soal menanam, tapi juga membangun kesadaran bahwa laut dan pesisir adalah masa depan kita bersama,” pungkas Bupati Harno.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita