Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Dandim 0721/Blora: Doa Lintas Agama Jadi Upaya Jaga Kondusifitas Wilayah

badge-check


					Dandim 0721/Blora: Doa Lintas Agama Jadi Upaya Jaga Kondusifitas Wilayah Perbesar

Klikjateng, Blora – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora menegaskan komitmennya untuk menjaga kondusifitas wilayah di tengah maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah. Salah satunya dengan mendukung pelaksanaan doa bersama lintas agama yang digelar di Kabupaten Blora.

Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Inf Agung Cahyono, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan wujud ajakan kepada seluruh umat beragama di Blora untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Doa lintas agama ini adalah upaya agar seluruh pemeluk agama ikut menjaga kondusifitas wilayah. Kita mengajak seluruh umat di Kabupaten Blora bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya melalui jalur langit, berdoa agar Blora dan Indonesia lebih damai,” ujarnya.

Menurut Dandim, doa bersama juga menjadi strategi efektif dalam meredam potensi perpecahan. “Doa kita tujukan untuk keamanan, ketertiban, dan keteduhan bersama. Semua lapisan masyarakat harus kompak agar tidak ada perpecahan,” tambahnya.

Terkait antisipasi kemungkinan gejolak di Blora, Letkol Agung menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah preventif. Sejak awal munculnya demonstrasi anarkis di beberapa wilayah, TNI langsung menempatkan personel untuk mengamankan objek vital, termasuk kantor pemerintahan.

“Kita menugaskan anggota berjaga 1 x 24 jam, bukan untuk berhadap-hadapan dengan massa, tetapi untuk memastikan keamanan. Demonstrasi boleh, karena itu diatur undang-undang, tetapi yang kita antisipasi adalah potensi anarkis,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Blora agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. “Blora ini kampung kita bersama. Jangan sampai terpancing hasutan untuk berbuat anarkis. Aspirasi ada jalurnya, ada komunikasinya. Kalau kita rugi, maka kita rugi bersama. Mari jaga keamanan mulai dari tingkat desa,” tegas Dandim.

Lebih lanjut, Letkol Agung menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. “Selama ini kita melakukan patroli gabungan bersama Polri, Satpol PP, Damkar, dan instansi terkait lainnya. Kita juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir. Bahkan melalui akun media sosial instansi, kita terus mengajak masyarakat menjaga Blora cinta damai. Dari situ timbul rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita