Menu

Mode Gelap
Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan ZMODIS Blora Diresmikan, 12 Penjahit Dapat Bantuan Mesin dan Tempat Usaha Rp55,3 Juta

Berita

Wagub Jateng Taj Yasin Tanam Padi di Demak, Awali Pemulihan 512 Hektare Lahan Terdampak Banjir

badge-check


					Wagub Jateng Taj Yasin Tanam Padi di Demak, Awali Pemulihan 512 Hektare Lahan Terdampak Banjir Perbesar

Klikjateng, Demak – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung ke sawah untuk menanam padi dalam kegiatan Wiwitan Tandur Pari di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Rabu (27/8/2025). Dengan menaiki combi dan didampingi Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, Wagub sekaligus menandai upaya pemulihan 512 hektare lahan yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Taj Yasin menegaskan pentingnya Demak sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, Demak tercatat menyumbang 8,89 persen produksi padi Jawa Tengah atau sekitar 1,41 persen dari total nasional.

“Pemulihan lahan di Demak tidak hanya untuk meningkatkan kembali produktivitas padi, tetapi juga menjaga stabilitas harga beras di Jawa Tengah,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia menekankan bahwa beras masih menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Jawa Tengah.

“Pada Juli 2025, inflasi Jawa Tengah tercatat 2,52 persen (year on year), lebih tinggi dibanding nasional yang 2,37 persen. Karena itu, pemulihan lahan dan normalisasi saluran irigasi menjadi langkah strategis agar petani bisa segera kembali menanam,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membantu petani.

“Banjir rob dan sedimentasi selama ini menjadi masalah utama. Dengan adanya normalisasi dan dukungan semua pihak, petani bisa lebih cepat menanam kembali,” katanya.

Komitmen dukungan juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares. Ia memastikan ketersediaan benih, pupuk, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman agar hasil panen tetap optimal.

Kegiatan wiwitan ini tidak hanya menjadi simbol semangat pemulihan pertanian pascabencana, tetapi juga wujud sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita