Menu ✖

Mode Gelap
Gastra Blora Salurkan Santunan untuk 3.000 Anak Yatim, Baznas Kumpulkan Rp1,4 Miliar per Bulan Viral Truk Tangki Agung Tirta Masuk Makam di Cepu, Warganet Heboh Bahas Makam yang Ditabrak 132 UMKM Blora Terima Bantuan Gerobak BRI Peduli, Eva Monalisa Dorong Usaha Kecil Naik Kelas Polsek Kedungtuban dan Bhayangkari Salurkan Bansos untuk Korban Puting Beliung di Nglandeyan PT Djarum Bedah 16 Rumah Warga Rembang, Bupati Harno Berharap Tahun Depan Bertambah Jadi 50 Unit Kasatreskrim Polres Blora AKP Andika Arya Pratama Siapkan Langkah Adaptif, Fokus Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ‎

Uncategorized

Kepala Dindagkop UKM Blora Dorong UMKM Manfaatkan Kecerdasan Buatan

badge-check


					Kepala Dindagkop UKM Blora Dorong UMKM Manfaatkan Kecerdasan Buatan Perbesar

Klikjateng, Blora – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam mengembangkan usaha.

Menurutnya, AI bisa menjadi solusi praktis bagi UMKM untuk mencari tren pasar, membuat desain produk, hingga mendukung strategi pemasaran.

“UMKM Blora harus berani berinovasi dan adaptasi. Dengan AI, kita bisa lebih cepat mencari informasi, desain produk lebih menarik, strategi pemasaran lebih tepat, dan sesuai kebutuhan pasar saat ini,” ujar Kiswoyo, Rabu (20/8/2025).

Ia menegaskan, dorongan ini sejalan dengan arahan Menteri Perdagangan untuk meningkatkan daya saing UMKM agar bisa menembus pasar ekspor. Saat ini, rasio wirausaha Indonesia baru 3,47 persen, tertinggal dari Malaysia dan Thailand yang sudah di atas 4 persen.

Meski begitu, Kiswoyo mengakui UMKM Blora masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan SDM, akses internet di desa yang masih lemah, hingga literasi digital pelaku usaha yang rendah.

“Banyak pelaku usaha belum terbiasa membaca data penjualan maupun menyusun strategi pemasaran digital. Selain itu, konsistensi produksi, kualitas, dan kemasan juga harus dijaga agar mampu bersaing di pasar lebih luas,” tambahnya.

Untuk menjawab kendala tersebut, Dindagkop UKM Blora menyiapkan sejumlah langkah praktis. Salah satunya membuka klinik sederhana pemanfaatan AI bagi UMKM bersama stakeholder terkait, di antaranya Kadin, Hipmi, Hayat Institut, Kampus UMKM Shopee, hingga Grab Food.

“Misalnya untuk membuat deskripsi produk, foto, dan strategi pemasaran. Kami juga akan melanjutkan pendampingan e-commerce agar produk UMKM lebih mudah dijual di marketplace,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga fokus mendampingi komoditas unggulan Blora, seperti briket, kelor, dan mebel jati/limbah jati agar lebih siap menembus pasar ekspor. Peran koperasi desa pun akan dioptimalkan untuk mengonsolidasikan produk sekaligus membantu akses pembiayaan.

“Program ini tidak bisa langsung besar. Kita mulai dari hal-hal kecil yang dekat dengan kebutuhan UMKM, seperti promosi dan kemasan. Yang penting pelaku usaha Blora mau mencoba dan berani belajar teknologi,” tegasnya.

Kiswoyo juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan dunia usaha. Menurutnya, dukungan Kadin dan Hipmi Blora sangat dibutuhkan agar transformasi digital bisa benar-benar dirasakan oleh pelaku UMKM di daerah.

“Kita harus berkolaborasi untuk pemahaman AI dengan segala tantangan yang ada. Memang ada hambatan di lapangan, tetapi bersama kita pasti bisa melewati semuanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Uncategorized