Menu

Mode Gelap
Truk dan Pick up Terlibat Kecelakaan di Jalan Blora–Cepu, Tiga Orang Terlibat Insiden Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat

Berita

Polisi Bantah Kabar Korban Meninggal dalam Ricuh Demo Pati, 41 Orang Terluka

badge-check


					Polisi Bantah Kabar Korban Meninggal dalam Ricuh Demo Pati, 41 Orang Terluka Perbesar

Klikjateng, Pati – Kepolisian membantah kabar yang beredar di media sosial terkait adanya korban meninggal dunia dalam aksi demonstrasi menuntut pelengseran Bupati Pati, Sudewo, di depan Kantor Pemkab Pati, Rabu (13/8/2025).

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan pihaknya sudah melakukan penelusuran ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

“Hasilnya tidak ada laporan korban meninggal dunia,” tegasnya.

Meski demikian, Artanto mengungkapkan terdapat puluhan korban luka akibat aksi yang berakhir ricuh tersebut. Sebanyak 34 peserta aksi dilaporkan mengalami gangguan pernapasan setelah menghirup gas air mata dan menjalani perawatan di RSUD Soewondo Pati.

“Sebagian besar mengalami sesak napas karena gas air mata. Mereka sudah diizinkan pulang,” ujarnya.

Selain dari pihak massa, tujuh anggota kepolisian juga mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Jumlah ini, kata Artanto, masih bisa bertambah seiring proses pendataan.

Kronologi Singkat

Kericuhan dalam aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu pecah sekitar pukul 11.00 WIB. Ketegangan memuncak saat Bupati Sudewo keluar dari mobil barak kuda untuk menyampaikan permohonan maaf kepada massa, namun mendapat lemparan botol air mineral dan sandal.

Aparat kemudian mengamankan Sudewo, sementara massa mendorong pagar pengaman Pendopo Kabupaten Pati dan melempar botol ke arah dalam pendopo. Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kehadiran Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi dan Dandim 0718 Pati sempat meredam potensi bentrokan lanjutan, namun aksi telah menimbulkan korban luka dari kedua belah pihak.

Klarifikasi Kabar Hoaks

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial yang menyebut ada dua warga sipil meninggal dalam kericuhan. Polisi menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak agar tetap menjaga ketertiban dan keselamatan dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami mengimbau agar aksi dilakukan secara damai dan tidak anarkis,” pungkas Artanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita