Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Komisi C DPRD Blora Fokus Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Pemanfaatan Hasil Litbang untuk Kemajuan Daerah

badge-check


					Komisi C DPRD Blora Fokus Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Pemanfaatan Hasil Litbang untuk Kemajuan Daerah Perbesar

Klikjateng, Blora – Komisi C DPRD Kabupaten Blora menegaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur berbasis kajian strategis serta penguatan peran riset dan pengembangan (Litbang) dalam perumusan kebijakan daerah.

Ketua Komisi C DPRD Blora, M. Mukhlisin, menyampaikan bahwa meskipun Komisi C memiliki ruang lingkup kerja yang sangat luas, fokus utamanya saat ini banyak diarahkan pada sektor infrastruktur, yang dinilai sebagai pilar penting dalam menggerakkan pembangunan daerah secara menyeluruh.

“Saat ini Komisi C kebanyakan fokus di infrastruktur. Mitra kami adalah Bapperida. Kenapa? Karena Bapperida itu otaknya pembangunan suatu daerah. Di sana dirumuskan arah pembangunan yang kemudian diturunkan ke OPD-OPD teknis seperti PUPR dan lainnya,” ungkap Mukhlisin, saat ditemui di Gedung DPRD Blora, Rabu (6/8/2025).

Ia menekankan pentingnya Bapperida diisi oleh sumber daya manusia yang benar-benar kompeten, memahami ilmu perencanaan pembangunan, serta mampu menyelaraskan seluruh program dengan visi dan misi kepala daerah.

“Orang-orang di Bapperida harus betul-betul tahu ilmunya, punya kemampuan teknis, dan harus bisa menyelaraskan visi-misi Bupati. Karena arah pembangunan Blora itu dibentuk dan dikembangkan dari sana, lalu diterjemahkan ke dalam program-program OPD,” tambahnya.

Dorong Litbang Jadi Pusat Kajian Strategis Pembangunan

Selain pembangunan fisik, Mukhlisin juga menyoroti pentingnya optimalisasi peran Litbang di bawah naungan Bapperida. Ia menyayangkan jika Litbang hanya dijadikan sebagai pelengkap administratif tanpa kontribusi nyata terhadap arah kebijakan pembangunan.

“Litbang itu harus kita dorong. Jangan hanya dijadikan formalitas. Mereka harus diberi peran penuh untuk melakukan kajian, penelitian mendalam. Apa sih sebenarnya potensi unggulan Blora yang bisa dikembangkan? Ini harus mereka gali,” tegasnya.

Mukhlisin menyebutkan bahwa Litbang seharusnya mampu memberikan rekomendasi berbasis data dan kajian ilmiah terhadap arah pembangunan Kabupaten Blora. Potensi lokal seperti peternakan, sumber daya alam, hingga pengelolaan sumur tua perlu menjadi objek penelitian prioritas.

“Dari hasil kajian Litbang, bisa ditentukan bahwa Blora unggul di bidang apa. Misalnya peternakan atau sektor alam lainnya. Ini nanti akan berdampak pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan sumur tua sebagai salah satu potensi daerah juga harus ditangani secara serius dan strategis. Penataan potensi ini harus berbasis pada kajian menyeluruh yang mempertimbangkan dampak jangka panjang, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

“Kita perlu pikirkan juga dampaknya. Jangan hanya melihat sisi positif. Harus dipetakan, apa dampak negatifnya, apa jangka panjangnya, dan bagaimana cara antisipasinya. Ini tugas Litbang untuk menyajikan peta kajian yang komprehensif sebelum langkah pembangunan diambil,” imbuhnya.

Pembangunan Harus Berorientasi pada Kesejahteraan

Mukhlisin menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan, baik fisik maupun non-fisik, harus memiliki tujuan akhir yang jelas: meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Blora. Oleh karena itu, perencanaan tidak boleh sembarangan dan harus melalui proses evaluasi berbasis data.

“Kita ingin pembangunan ini bukan hanya sekadar membangun, tetapi betul-betul bisa mengangkat kehidupan masyarakat. Meningkatkan pendapatan, membuka peluang kerja, memperbaiki kualitas hidup,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, akademisi, dan lembaga mitra pemerintah, untuk terlibat aktif dalam proses pengawasan dan pemberian masukan terhadap pembangunan yang sedang dan akan berlangsung di Kabupaten Blora.

“Litbang itu harus kita perkuat, dan semua pihak harus kita ajak. Karena pembangunan itu kompleks. Butuh data, butuh pengawasan, dan yang paling penting: butuh arah yang jelas,” pungkas Mukhlisin.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita