Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Soto Klethuk Mbah Gowak, Kuliner Legendaris Blora Sejak 1950

badge-check


					Soto Klethuk Mbah Gowak, Kuliner Legendaris Blora Sejak 1950 Perbesar

Klikjateng, Blora – Di tengah banyaknya pilihan kuliner modern, Soto Klethuk Mbah Gowak tetap menjadi salah satu ikon kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini. Berdiri sejak tahun 1950, warisan kuliner ini terus dilestarikan oleh Solikin, generasi penerus dari almarhum Mbah Parto Pasiman, sosok pelopor soto klethuk yang juga dikenal sebagai kamituo Tempelan.

“Iya, kurang lebih sejak tahun 1950 almarhum Mbah e, Mbah Parto Pasiman itu sudah mulai berjualan. Saya sendiri meneruskan mulai tahun 2007 sampai sekarang,” terang Solikin saat ditemui di kediamannya, Senin (4/8/2025).

Warisan Keluarga dengan Resep Rahasia

Solikin menjelaskan bahwa soto klethuk ini bukan sekadar bisnis kuliner, namun bagian dari sejarah keluarga. Cita rasa khas yang ditawarkan berasal dari resep turun-temurun yang hingga kini tetap dijaga keasliannya.

“Ini usaha warisan keluarga, dan resepnya juga masih kita jaga. Ada rahasia dari Mbah e yang tidak kami ubah sedikitpun,” ujarnya.

Soto klethuk sendiri memiliki kekhasan yang membedakannya dengan soto lain. Kuahnya bening namun sarat rasa, menggunakan ayam kampung asli sebagai bahan utama, dan tentu saja, kehadiran “klethuk” – potongan kecil dari ketela pohon yang digoreng renyah.

“Klethuk itu dari ketela pohon yang di-deplok, dijemur, diiris kotak-kotak kecil seperti dadu, lalu digoreng. Ini khas Blora,” imbuhnya.

Dari Keliling Desa hingga Warung Tetap

Sejarah soto klethuk ini cukup panjang. Dulu, kata Solikin, soto ini dijual keliling desa dari satu pasar rakyat ke pasar rakyat lainnya. Kemudian, sebelum tahun 1973, sempat mangkal di bawah sirine depan pendopo rumah dinas bupati Blora, tepatnya di sekitar putaran alun-alun Blora. Baru kemudian menetap di rumah makan Gajah hingga tahun 2011, dan kini dilanjutkan di rumahnya sendiri.

Lokasi warung berada di Gunung Lawu 93E, samping Kelurahan Tempelan, Blora, yang juga menjadi kediaman Solikin. Warung buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 21.00 malam.

Menu Tambahan dan Harga Terjangkau

Meski terkenal karena sotonya, warung ini juga menyajikan berbagai menu tambahan seperti soto daging, rawon, asem-asem, opor, serta lauk pendamping seperti bergedel, krupuk, telur puyuh, sate sundukan, tempe goreng, hingga peya-peya.

Harga pun sangat bersahabat. Untuk semangkuk soto ukuran kecil dibanderol Rp13.000, sedangkan ukuran besar Rp15.000. “Kami sesuaikan dengan selera dan kemampuan pelanggan,” kata Solikin.

Pelanggan setia dari Blora hingga Luar Kota

Warga Blora, pelanggan setia soto klethuk Mbah Gowak juga datang Salah satunya adalah Willy Sujatmiko, yang mengaku sudah menjadi pelanggan sejak duduk di bangku kelas 5 SD.

“Soto Mbah Gowak itu legend. Saya kenal sejak kecil. Kuahnya khas Blora beneran, bening tapi beda dengan soto bening lainnya. Klethuknya renyah, dan yang jualan juga familiar, ramah,” ungkap Willy.

Menurutnya, rasa dan pengalaman makan soto di Mbah Gowak tidak bisa dibandingkan dengan soto lain. Ia pun berharap ada penambahan variasi pada menu pelengkap agar makin menarik.

“Mungkin bisa ditambah variasi seperti soto-soto di Pati, misalnya pilihan bagian ayam seperti kepala atau sayap. Itu bisa menjadi nilai tambah.”

Tantangan dan Harapan ke Depan

Ditanya soal tantangan, Solikin mengakui bahwa mempertahankan cita rasa dan kepercayaan pelanggan adalah hal paling krusial. Ia tetap berpegang teguh pada pesan leluhur.

“Caranya sederhana, pertahankan apa yang diwariskan Mbah e. Resep, cara penyajian, dan doa,” tuturnya.

Untuk ke depan, Solikin berharap bisa membuka cabang baru dan memperluas usaha. “Insyaallah, doanya mas,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menerima pesanan soto untuk dalam dan luar kota, yang bisa dihubungi langsung melalui nomor 0823-2440-9569.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup wawancara, Solikin menyampaikan pesan untuk generasi muda yang ingin menekuni usaha kuliner tradisional.

“Intinya segala sesuatu itu perlu niat. Yang kedua, kuasai ilmu. Yang ketiga, berikan pelayanan terbaik tanpa membeda-bedakan pelanggan,” pesannya bijak.

Soto Klethuk Mbah Gowak bukan hanya soal kuliner, tapi tentang warisan rasa dan budaya Blora yang patut dijaga. Di tengah arus modernisasi, warung ini berdiri sebagai bukti bahwa cita rasa otentik tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita