Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Bupati Usulkan Penambahan Kuota SMA, SMK, dan SLB Negeri di Blora

badge-check


					Bupati Usulkan Penambahan Kuota SMA, SMK, dan SLB Negeri di Blora Perbesar

Klikjateng, Blora – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan di Bumi Samin. Selain mengupayakan kehadiran Perguruan Tinggi Negeri di Kabupaten Blora, Bupati juga mengusulkan penambahan kuota untuk SMA, SMK, serta pembangunan SLB Negeri di wilayah barat Blora.

Hal tersebut disampaikan Bupati Arief usai memimpin rapat persiapan program Sekolah Rakyat, Senin sore (30/6/2025), yang turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Tengah, Budi Santoso, S.Pd., M.Pd., M.Si., serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, S.Pd., M.Si.

“Kita ingin tahu seberapa banyak lulusan SMP/MTs sederajat yang melanjutkan ke jenjang SMA/SMK sederajat, utamanya sekolah negeri. Kalau memang angkanya kecil, maka perlu didorong agar ada penambahan kuota sekolah negeri di Kabupaten Blora,” ungkap Bupati Arief.

Menurutnya, jika proses pendirian SMA atau SMK Negeri baru memakan waktu lama, alternatif yang dapat dilakukan adalah menambah daya tampung sekolah negeri yang sudah ada. Ia mencontohkan SMA Negeri 1 Cepu yang saat ini lahannya sempit dan tidak mampu menampung seluruh peminat.

“Ada usulan tukar guling lahan dengan tanah Pemkab yang lebih luas, seperti lahan bekas SD internasional yang sekarang digunakan SDN 3 Balun, depan Hotel Grand Mega Cepu. Usulnya agar SMAN 1 Cepu pindah ke sana. Tolong ini dikaji,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati Arief juga mengusulkan penambahan satu lagi SLB Negeri untuk wilayah barat Blora. Saat ini, SLB Negeri hanya ada dua di Blora, yakni di Jepon dan Randublatung. Dirinya menyebut wilayah Kunduran dan sekitarnya juga membutuhkan fasilitas pendidikan luar biasa yang memadai.

“Tolong Pak Naryo (Kadis Pendidikan) untuk cek apakah ada gedung SD bekas merger yang masih layak digunakan. Bisa kita usulkan ke Provinsi untuk SLB Negeri yang baru,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Jateng, Budi Santoso, menyambut baik usulan Bupati dan menyatakan siap menindaklanjutinya.

“Ini perhatian yang luar biasa dari Pak Bupati. Saat kabupaten lain merasa cukup satu SLB Negeri, Blora justru ingin tambah satu lagi. Kami apresiasi. Nanti bisa diusulkan secara resmi kepada kami untuk dibahas,” ujar Budi.

Ia juga mengungkapkan bahwa daya serap lulusan SMP/MTs sederajat ke sekolah negeri di Blora saat ini baru 35 persen. Sisanya, 65 persen harus melanjutkan ke sekolah swasta atau bahkan di luar daerah.

“Wilayah yang potensial ditambah SMA atau SMK Negeri itu Todanan dan Kradenan. Karena lulusan di sana banyak, namun belum ada sekolah negerinya,” terang Budi.

Atas dasar data tersebut, Bupati Arief meminta Dinas Pendidikan Blora segera berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV untuk memetakan wilayah potensial penambahan sekolah, baik SMA, SMK, maupun SLB Negeri.

“Seluruh anak-anak Blora harus bisa sekolah sampai jenjang SMA/SMK sederajat. Jangan sampai ada Anak Tidak Sekolah (ATS). Ini tugas kita bersama,” tegas Bupati Arief.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita