Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Bulog Serap 11,4 Ton Gabah Petani Bumirejo Karangawen dengan HPP Rp 6.500/Kg

badge-check


					Bulog Serap 11,4 Ton Gabah Petani Bumirejo Karangawen dengan HPP Rp 6.500/Kg Perbesar

Klikjateng, Demak – Pemerintah melalui Bulog kembali melakukan penyerapan gabah petani (Sergap) di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Senin (24/3/2025). Penyerapan ini berlangsung di Desa Bumirejo, tepatnya di Poktan Sido Makmur Dukuh Turus, yang baru saja melaksanakan panen padi Musim Tanam (MT) I.

Sebanyak 11.462 kg gabah diserap dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram, yang sangat membantu petani di tengah kondisi iklim yang tidak menentu. Gabah yang diserap berasal dari sembilan petani Poktan Sido Makmur dan seluruhnya merupakan hasil panen menggunakan combine harvester.

Kegiatan ini merupakan tahap ketiga sergap Bulog di wilayah tersebut dan melibatkan kerja sama aktif antara PPL BPP Karangawen, Bulog, dan Babinsa. Petugas PPL Desa Bumirejo, Siswati, SP, bersama Babinsa Koptu Drajad Eko S, dan perwakilan Bulog, Bambang Herman dan Andi, turut melakukan monitoring penimbangan gabah di lokasi.

Berikut rincian hasil panen yang diserap Bulog:

Bp. Surono: 1.045 kg (16 sak)

Bp. Sarijo: 2.569 kg (38 sak)

Bp. Sarmono: 1.010 kg (15 sak)

Bp. Abdul Wahid: 1.360 kg (20 sak)

Bp. Suwarno: 1.513 kg (22 sak)

Ibu Tuminah: 749 kg (11 sak)

Bp. Sudarto: 848 kg (12 sak)

Bp. Joko Mono Sudadi: 1.449 kg (21 sak)

Ibu Royem: 919 kg (13 sak)

Kegiatan sergap ini dinilai sangat bermanfaat karena petani menghadapi kesulitan dalam mengeringkan gabah akibat cuaca yang tak menentu. Hadirnya pemerintah dengan kebijakan HPP Bulog memberikan solusi nyata dan jaminan harga bagi hasil panen petani.

Proses kegiatan berjalan aman dan lancar, serta mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena memberikan kepastian harga dan membantu mempercepat distribusi hasil panen.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita