Menu

Mode Gelap
Ganti Rugi Tanah Bendungan Karangnongko Blora Rp300 Ribu/Meter, Warga Terima hingga Rp1,2 Miliar Kemarau Panjang, Eva Monalisa Salurkan 200 Tangki Air Bersih ke 14 Kecamatan di Blora Bupati Kudus Sam’ani Beri Pesan Tegas ke 659 PPPK: Layani Masyarakat, Jangan Langgar Aturan Viral Rumah Mbah Samijah di Sambong Blora, Bupati Arief Turun Langsung dan Beri Bantuan 300 ASN Blora Ikuti Profiling di BKN Yogyakarta, Kerjakan 500 Soal dalam 150 Menit‎ Razia Gabungan di Rembang, 1.060 Batang Rokok Ilegal Diamankan dari Lasem-Pamotan

Berita

Gelar Rembuk Stunting, Pemkab Blora Perkuat Komitmen Tekan Angka Stunting

badge-check


					Gelar Rembuk Stunting, Pemkab Blora Perkuat Komitmen Tekan Angka Stunting Perbesar

Klikjateng, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggelar Rembuk Stunting 2025 untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam menekan angka stunting, bertempat di ruang rapat Bapperida Blora, Rabu (19/3/2025).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Ketua TP PKK Blora Hj. Ainia Shalicah, Forkopimda Blora, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, kepala OPD, camat, kepala puskesmas, institusi pendidikan, serta berbagai organisasi dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Blora menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Blora.

“Sebagai wujud komitmen bersama, hari ini kita melakukan Penandatanganan Komitmen Penanggulangan dan Percepatan Penurunan Stunting secara terintegrasi di Kabupaten Blora tahun 2025,” ujar Wabup Sri Setyorini.

Target Penurunan Stunting di Blora

Dalam rembuk tersebut, ditetapkan beberapa poin komitmen bersama, di antaranya:

1. Target penurunan stunting tahun 2025 sebesar 20,81%.

2. Program prioritas daerah dalam percepatan penurunan stunting (PPS) diarahkan untuk meningkatkan cakupan 12 indikator program pelayanan esensial.

3. Peningkatan dan penguatan peran lintas sektoral, termasuk ormas, akademisi, dunia usaha, media, serta mitra pembangunan dan CSR.

4. Komitmen dan dukungan APBDes untuk PPS di tingkat desa.

Dari hasil verifikasi dan validasi tahun 2024, ditemukan sebanyak 14.549 keluarga berisiko stunting di Blora. Sementara itu, berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Blora mencapai 21,2%. Sedangkan data pengukuran rutin EPPGBM tahun 2024 menunjukkan penurunan angka stunting menjadi 5,94% dari sebelumnya 6,31%.

Peran Lintas Sektor dalam Penurunan Stunting

Wabup Sri Setyorini menegaskan bahwa permasalahan stunting harus ditangani dengan pendekatan lintas sektor dan keterlibatan semua pihak.

“Permasalahan stunting yang multidimensi memerlukan upaya lintas sektor, melibatkan seluruh stakeholder melalui koordinasi dan konsolidasi dari tingkat pusat hingga desa,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Rembuk Stunting menjadi langkah strategis untuk memastikan rencana intervensi pencegahan dan penurunan stunting dapat berjalan integratif dan efektif.

Forum Diskusi: Evaluasi dan Strategi Penanganan Stunting

Dalam acara tersebut, juga digelar forum diskusi dengan narasumber:

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, SH.

Ketua TP PKK Blora, Hj. Ainia Shalicah.

Kepala Bapperida Blora.

Kepala Dindalduk KB Blora.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Ediningsih, SH, mengapresiasi komitmen Blora dalam pembangunan keluarga berencana dan penurunan stunting.

“Saya lihat capaian di Blora ini sudah luar biasa. Tinggal bagaimana mempertahankan dan meningkatkannya. Jangan sampai capaian ini turun,” ujar Eka.

Eka juga mengingatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Blora untuk selalu melaporkan perkembangan program penurunan stunting secara berkala. Salah satu tantangan utama dalam penanganan stunting di Jawa Tengah, menurutnya, adalah pola asuh orang tua yang perlu diperbaiki.

Selain itu, Eka menjelaskan bahwa dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) meluncurkan program Quick Win, salah satunya adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

“Program GENTING ini merupakan bentuk gotong royong membantu pemerintah dalam mengatasi stunting. Kami berharap daerah dapat mendukung program ini,” pungkasnya.

Dengan adanya Rembuk Stunting 2025, diharapkan upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Blora bisa berjalan lebih optimal, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita