Klikjateng, Blora – Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengumpulkan seluruh stakeholder pertanian dalam rapat koordinasi percepatan musim tanam padi kedua (MT2) di ruang pertemuan Setda Blora, Senin (17/3/2025).
Tidak hanya melibatkan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4), pertemuan ini juga menghadirkan koordinator penyuluh pertanian, camat beserta Forkopimcam (Danramil dan Kapolsek), perwakilan kepala desa, serta Bulog. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Arief Rohman, didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, Kasdim 0721/Blora Mayor Inf. Bani, dan Kabag SDM Polres Blora, AKP Pujiono.
Bupati Arief menekankan bahwa sesuai arahan Presiden, Blora harus mendukung program swasembada pangan. Bahkan, sebelumnya, Dirjen Tanaman Pangan telah ditugaskan Menteri Pertanian untuk memantau langsung kesiapan Blora.
“Pada bulan Maret ini, Blora berhasil masuk delapan besar nasional dalam produksi panen padi, dengan luas panen mencapai 28 ribu hektar. Ini membuktikan bahwa Blora adalah salah satu lumbung pangan nasional, dan di Jawa Tengah, kita menempati posisi kedua setelah Grobogan,” ujar Bupati.
Bupati menambahkan, Blora ditargetkan mampu mencapai Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 25 ribu hektar pada MT2. Untuk itu, ia meminta seluruh pihak bergerak cepat dalam sosialisasi dan percepatan olah lahan setelah panen.
Percepatan Tanam dan Pengadaan Alat Panen
Bupati Arief juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Menko Pangan, Zulkifli Hasan, hingga larut malam membahas ketahanan pangan. Bahkan, dalam waktu dekat, seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah akan diundang ke Semarang untuk koordinasi program swasembada pangan.
“Panen di Blora saat ini terhambat karena keterbatasan combine harvester. Kita harus mendatangkan dari Jawa Timur. Kalau bisa, idealnya satu desa punya satu combine agar proses panen lebih cepat dan tanah bisa segera diolah kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DP4 Blora, Lilik Setyawan, menyebut bahwa hingga 17 Maret, luas tanam MT2 baru mencapai 10 ribu hektar, masih membutuhkan tambahan 15 ribu hektar lagi. Namun, dengan potensi lahan MT2 yang mencapai 37 ribu hektar serta curah hujan yang diprediksi masih turun hingga April-Mei, ia optimistis target bisa tercapai.
Di sisi lain, Kasdim 0721/Blora Mayor Inf. Bani menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung ketahanan pangan.
“Hingga tingkat Danramil dan Babinsa, kami siap turun langsung membantu petani, mulai dari tanam hingga penyerapan gabah,” katanya.
Bupati juga meminta optimalisasi irigasi, terutama untuk wilayah Blora utara dan barat yang mengandalkan Kali Lusi. Sementara wilayah Blora selatan dan timur dinilai lebih siap karena berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Blora optimistis dapat mencapai target LTT 25 ribu hektar dan terus berkontribusi sebagai lumbung pangan nasional.






