Menu

Mode Gelap
Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa Pesona Air Terjun Kalimancur, Surga Wisata Alam di Lereng Pegunungan Lasem

Berita

Panen Perdana Alpukat di Bicak, Bukti Sukses Program “Gerbang Blora”

badge-check


					Panen Perdana Alpukat di Bicak, Bukti Sukses Program “Gerbang Blora” Perbesar

Klikjateng, Blora– Program inovasi Pemkab Blora, Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara atau Gerbang Blora, mulai menunjukkan hasil nyata di Desa Bicak, Kecamatan Todanan. Kamis (6/3/2025) siang, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, secara langsung menghadiri panen perdana alpukat varietas aligator di desa tersebut.

Panen yang berlangsung di kebun warga ini juga dihadiri Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) serta jajaran Forkopimcam Todanan. Dengan menggunakan gunting khusus, Bupati memetik buah alpukat berukuran besar yang beratnya mencapai lebih dari 1 kilogram.

2.900 Pohon Alpukat, 350 Pohon Mulai Berbuah

Kepala Desa Bicak, Winto, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 2.900 batang pohon alpukat yang ditanam di desanya. Dari jumlah tersebut, 350 pohon telah produktif dan menghasilkan buah, sementara 550 pohon masih berumur dua tahun dan 2.000 pohon lainnya baru berusia satu tahun.

“Jenis yang kami tanam ada varietas aligator 60 persen, mentega 20 persen, dan kendil 20 persen. Untuk yang dipanen Pak Bupati ini varietas aligator, dengan rata-rata produksi 80 kg per pohon. Kalau dihitung, satu pohon bisa menghasilkan Rp 1 juta sekali panen,” ujar Kades Winto.

Namun, pihaknya berharap ada dukungan dari Pemkab dalam pemasaran agar harga jual bisa lebih tinggi. Saat ini, harga alpukat di tingkat petani berkisar Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram.

“Kami berharap bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogram agar petani lebih sejahtera,” tambahnya.

Petani Senang, Bisa Tambah Pendapatan

Mbah Pardi, salah satu petani alpukat di Bicak, mengaku sangat bersyukur memiliki sekitar 20 pohon alpukat yang kini mulai berbuah.

“Dulu dapat bibit dari penjual keliling, terus dibantu Pak Kades dan dinas. Sekarang punya sekitar 20 pohon yang sudah berbuah. Harganya kadang Rp 13 ribu, kadang kalau bagus bisa Rp 15 ribu. Biasanya dijual ke Todanan atau ada tengkulak yang datang membeli langsung,” ujar Mbah Pardi.

Keberhasilan panen ini membuat semakin banyak warga tertarik menanam alpukat sebagai tambahan penghasilan di luar sektor pertanian.

Bupati Dorong Pemasaran dan Desa Wisata

Melihat potensi yang besar ini, Bupati Arief Rohman menyatakan kesiapan Pemkab Blora untuk membantu pemasaran hasil panen alpukat warga Bicak.

“Seperti Mbah Pardi yang punya 20 pohon, kalau satu pohon bisa menghasilkan Rp 1 juta, berarti sekali panen bisa dapat Rp 20 juta. Padahal ini hanya tanaman pekarangan. Ini terobosan luar biasa dari Pemdes Bicak untuk meningkatkan ekonomi warga,” kata Bupati.

Ia juga meminta DP4 Blora agar segera menghubungkan para petani dengan distributor dan toko buah, sehingga harga jual bisa lebih menguntungkan.

Tak hanya itu, Bupati juga menyinggung pembangunan infrastruktur jalan yang akan mendukung ekonomi desa. Tahun ini, ruas jalan Kacangan – Bicak – Sendang yang menuju Karanganyar Todanan akan kembali dilanjutkan pembangunannya.

“Kami berharap jika pembangunan jalan ini selesai, Desa Bicak bisa kembali menghidupkan desa wisatanya. Dulu sempat hits dengan Bukit Cengklik, sekarang ada sentra alpukat juga. Bicak pasti keren! Ayo sukseskan Gerbang Blora, Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara!” pungkas Bupati Arief Rohman.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita