Klikjateng, Blora – Camat Blora, Hadi Praseno, memberikan gambaran mengenai kondisi Kecamatan Blora saat ini dalam wawancara pada Jumat (21/2/25). Ia menyampaikan bahwa pembangunan di wilayahnya berjalan lancar, serta situasi geopolitik tetap kondusif.
“Alhamdulillah, pembangunan di Kecamatan Blora berjalan lancar dan secara geopolitik juga kondusif. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu perhatian, seperti kasus stunting di Kelurahan Sendangharjo. Selain itu, kemarin ada oknum perangkat desa yang terkait dengan masalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tetapi permasalahan tersebut sudah selesai dan mereka siap mengembalikan dana di awal Maret,” ujar Hadi.
Potensi Wisata dan UMKM untuk Peningkatan PAD
Hadi Praseno juga menyoroti potensi unggulan yang ada di Kecamatan Blora, terutama dalam sektor wisata dan ekonomi kreatif. Saat ini, beberapa destinasi baru mulai berkembang, seperti kolam pemancingan di Desa Tambaksari.
“Kami melihat adanya pertumbuhan destinasi wisata baru, misalnya kolam pemancingan di Desa Tambaksari. Namun, tata kelola destinasi ini masih perlu dibenahi. Terlebih, Bupati Blora, Arief Rohman, telah mencanangkan tahun ini sebagai ‘Tahun Pendapatan’, sehingga kepala perangkat daerah dan OPD diharapkan bisa mencari peluang yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kami berharap perangkat daerah semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan sumber-sumber pendapatan baru,” jelasnya.
Selain wisata, Kecamatan Blora juga memiliki potensi ekonomi dari sektor UMKM. Salah satu produk unggulan yang menarik perhatian adalah keripik gedebok pisang dari Desa Jepangrejo.
“Di Jepangrejo, ada produk keripik yang unik, yaitu Keripik Gedebok yang terbuat dari batang pisang. Setelah saya coba, rasanya enak, kemasannya menarik, dan pemasarannya juga sudah cukup baik. Untuk mengembangkan UMKM seperti ini, kemitraan dengan perbankan sangat penting. Tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi. Pengemasan dan pemasaran juga perlu didukung agar produk ini bisa berkembang lebih luas. Pengembangan ekonomi melalui perbankan dan jaringan komunitas sangat diperlukan untuk memperluas pasar,” terang Hadi.
Langkah Mengatasi Masalah Sosial
Dalam mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan dan pengangguran, Kecamatan Blora tidak bisa bekerja sendiri. Menurut Hadi, pihaknya selalu berkoordinasi dengan dinas terkait agar penanganan permasalahan bisa lebih efektif.
“Masalah sosial di Kecamatan Blora cukup kompleks, ada sekitar 27 kategori masalah yang kami hadapi. Untuk itu, kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Bapperida, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Tenaga Kerja. Contohnya, dalam menangani pengemis dan gelandangan di jalanan, kami harus melibatkan Satpol PP dan dinas terkait. Operasi penertiban sudah sering dilakukan, tetapi tetap saja selalu muncul kasus serupa. Kami akan terus melakukan koordinasi agar penanganannya lebih efektif,” ujar Hadi.
Program Prioritas 2025
Menjelang tahun 2025, Kecamatan Blora akan menyusun program strategis yang selaras dengan visi-misi Bupati Arief Rohman untuk periode 2025-2030. Salah satu langkah utama yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini Musrenbang Keren itu bagian dari kegiatan Musrenbang Kabupaten Blora dalam rangka penyusunan RKPD Kab Blora Tahun 2026 dan RPJMD Kab Blora Tahun 2025-2030.
“Kami akan segera mengadakan Musrenbangkeren. Di sana, kami akan menggali berbagai potensi dan permasalahan yang ada, serta merancang program strategis untuk lima tahun ke depan. Semua program ini akan disusun sesuai dengan visi-misi Bupati Blora yang sedang digodok oleh Bapperida,” jelasnya.
Harapan untuk Pemerintah dan Masyarakat
Camat Blora berharap agar visi-misi yang telah dirancang oleh Bupati Arief Rohman bisa berjalan dengan baik, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
“Harapan kami, masyarakat Blora semakin maju dan sejahtera, sesuai dengan visi-misi Pak Bupati yang menargetkan Blora maju dan berkelanjutan. Stunting dan kemiskinan ekstrem harus turun. Namun, tentu saja target yang ditetapkan harus realistis. Menurut Pak Sekda, situasi keuangan daerah dan nasional saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga kita tidak bisa menetapkan target yang terlalu tinggi. Semua harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran agar bisa dicapai secara optimal,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah strategis yang telah dirancang, Kecamatan Blora optimistis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.






