Menu

Mode Gelap
Wabup Blora Dorong Petani Hutan Sosial Kembangkan Usaha, Siap Upayakan Bantuan CSR Pemkab Blora Gandeng UIN Sunan Kalijaga, Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Pembangunan Daerah Truk dan Pick up Terlibat Kecelakaan di Jalan Blora–Cepu, Tiga Orang Terlibat Insiden Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎

Berita

Belasan Pekerja Kecelakaan Kerja di Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

badge-check


					Belasan Pekerja Kecelakaan Kerja di Proyek RS PKU Muhammadiyah Blora Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Perbesar

Klikjateng, Blora – Belasan pekerja proyek yang mengalami kecelakaan kerja akibat jatuhnya lift crane dalam pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diketahui belum terdaftar sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJAMSOSTEK).

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Blora, Agus Suyono, mengungkapkan bahwa secara administrasi, para korban belum mendapatkan perlindungan jaminan ketenagakerjaan.

“Secara administrasi, para korban tersebut belum mendapatkan jaminan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Agus di Blora, Jumat (14/2/25).

Ia menjelaskan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari empat segmen, yakni penerima upah (PU), bukan penerima upah (BPU), pekerja migran Indonesia (PMI), dan jasa konstruksi (JK). Untuk segmen jasa konstruksi, iuran dihitung berdasarkan nilai kontrak proyek, bukan dari jumlah tenaga kerja atau durasi proyek.

“Kecelakaan kerja jatuhnya lift crane ini masuk dalam segmen jasa konstruksi dan merupakan proyek swasta yang tidak bersumber dari APBD. Nilai iuran ditentukan dari nilai proyek itu sendiri,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa iuran BPJS Ketenagakerjaan tergolong terjangkau. Untuk sektor jasa konstruksi, iuran mulai dari Rp12.087 berdasarkan UMK Blora 2025, sedangkan untuk sektor penerima upah sebesar Rp16.800. Jika pekerja sudah terdaftar sebagai peserta, mereka akan mendapatkan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, termasuk biaya pengobatan dan santunan jika tidak mampu bekerja.

“Jika pekerja mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia, ahli warisnya berhak mendapatkan santunan sebesar 48 bulan upah, santunan berkala Rp12 juta, serta beasiswa untuk dua anak hingga Rp174 juta,” jelasnya.

Diketahui, kecelakaan kerja yang terjadi di proyek pembangunan gedung lima lantai RS PKU Muhammadiyah Blora menyebabkan 13 pekerja mengalami luka-luka dan empat orang meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita