Klikjateng, Blora – Bupati Blora, H. Arief Rohman, Rabu (12/2) malam, menjenguk keluarga Lasirah, warga RT 3 RW 3 Dukuh Ngegot, Desa Getas, Kecamatan Cepu, yang rumahnya ludes terbakar pada Rabu pagi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Arief turut menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas musibah yang menimpa keluarga Lasirah. Ia juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menyerahkan santunan guna meringankan beban korban.
“Kami turut berduka dan prihatin atas musibah ini. Kebetulan tadi ada kegiatan di Cepu, jadi sekalian mampir menjenguk. Kami ajak Baznas untuk menyalurkan bantuan sebesar Rp7.500.000 kepada Bu Lasirah. Semoga bisa membantu meringankan beban keluarga,” ujar Bupati Arief.
Rombongan Bupati tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB dan disambut oleh Camat Cepu, Forkopimcam, serta Kepala Desa Getas. Saat ini, Lasirah dan keluarganya untuk sementara tinggal di rumah saudara yang berada di samping rumahnya yang terbakar.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meminta Kepala Desa Getas untuk menggerakkan masyarakat bergotong royong membantu keluarga Lasirah dalam membersihkan puing-puing dan mempersiapkan pembangunan kembali rumahnya.
“Nanti digerakkan untuk gotong royong kerja bakti ya, Pak Kades. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih waspada dan tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Lasirah mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Bupati dan Baznas.
“Terima kasih, Pak Bupati. Terima kasih Baznas dan semuanya. Kami semua selamat, walau rumah dan barang-barang terbakar. Gotong royong masyarakat sangat luar biasa. Sekali lagi, terima kasih, maturnuwun,” ujarnya.
Menurut Kepala Desa Getas, Sugito, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.30 WIB dan menghanguskan rumah beserta isinya, termasuk dua sepeda motor dan satu mesin selep tepung.
“Api dengan cepat membesar karena bangunan rumah banyak terbuat dari kayu dan triplek. Untungnya, api tidak merambat ke rumah tetangga karena warga dan petugas pemadam kebakaran segera bergerak cepat memadamkannya,” jelas Sugito.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara akibat korsleting listrik. Pemerintah desa dan warga setempat kini berupaya membantu keluarga Lasirah agar bisa segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak.






