Klikjateng, Blora – Perpustakaan Cahaya Pustaka dari Desa Nglarohgunung, Kecamatan Blora, terpilih menjadi salah satu peserta dalam Rapat Diskusi Terpumpun Perpustakaan Desa/Kelurahan yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada 21-22 November 2024 di HOM Hotel, Kudus, Jawa Tengah, dengan fokus pada percepatan akreditasi perpustakaan desa dan kelurahan.

Meningkatkan Standar Perpustakaan Desa
Rapat diskusi ini merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional Nomor B.7254/4.1/PPM.02/X.2024 yang mengarahkan agar perpustakaan desa meningkatkan standar layanan dan pengelolaan melalui akreditasi. Sebanyak 10 perpustakaan desa dari Kabupaten Blora, termasuk Perpustakaan Cahaya Pustaka, turut diundang dalam kegiatan ini, termasuk dari Kabupaten Grobogan 14 peserta,
Kabupaten Jepara 50 peserta,
Kabupaten Kudus 16 peserta,
Kabupaten Pati 29 peserta dan
Kabupaten Rembang 6 peserta.
Direktur Standardisasi dan Akreditasi, Made Ayu Wirayati, dalam sambutannya menyatakan, “Kami ingin membangun perpustakaan desa yang tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat literasi, edukasi, dan pengembangan masyarakat. Akreditasi adalah salah satu langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut.”
Persiapan dan Harapan
Dalam rapat diskusi ini, peserta diwajibkan membawa data profil perpustakaan yang sudah diisi dan dicetak. Format data ini dirancang untuk membantu evaluasi kesiapan perpustakaan dalam proses akreditasi yang berbasis standar nasional.

Kepala Perpustakaan Cahaya Pustaka, Oemi Daneti yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan optimismenya. “Kami melihat kesempatan ini sebagai langkah besar untuk meningkatkan mutu perpustakaan kami. Dengan mengikuti proses akreditasi, kami berharap Perpustakaan Cahaya Pustaka dapat lebih berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat Desa Nglarohgunung,” ujarnya.
Peran Strategis Perpustakaan Desa
Sebagai salah satu perpustakaan yang aktif di Blora, Cahaya Pustaka memiliki peran penting dalam memberikan akses pengetahuan bagi masyarakat. Ketersediaan buku-buku berkualitas, program literasi, hingga fasilitas yang mendukung pembelajaran masyarakat menjadi fokus pengembangannya.
Melalui kegiatan ini, Desa Nglarohgunung juga diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat informasi dan edukasi. Dengan akreditasi yang diharapkan segera diraih, Perpustakaan Cahaya Pustaka dapat memberikan layanan yang lebih profesional dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Rapat diskusi ini merupakan bagian dari langkah besar pemerintah dalam menguatkan peran perpustakaan desa di seluruh Indonesia. Tidak hanya sebagai tempat membaca, perpustakaan diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi dan pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.
“Kami akan terus mendukung perpustakaan desa dalam mewujudkan standar pelayanan yang tinggi dan menjadi aset penting bagi komunitasnya,” tambah Made Ayu Wirayati.
Dengan partisipasi Desa Nglarohgunung, Kabupaten Blora semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berbasis komunitas melalui perpustakaan desa yang unggul dan berkualitas.






