Menu

Mode Gelap
Kementan Dorong Pengembangan Gula Tumbu di Rembang, Jadi Alternatif Hilirisasi Tebu ‎ Lebih dari Sekadar Dakwah, Bupati Tantang Muslimat NU Blora Kembangkan Pertanian Organik dan Ayam Kampung Peringati Hari Anak Nasional, Pemkab Blora Gelar FABLO 2026, Bupati Ajak Anak Peduli Lingkungan dan Lestarikan Tradisi ‎ Pemkab Blora dan Polres Salurkan Bantuan Air Bersih, Bupati: APBD Siapkan 1.400 Tangki untuk Atasi Kekeringan ‎ Truk Ditabrak KA Ambarawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Jati, Sopir Alami Luka Berat 225 Siswa Mulai Tempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Rembang, 30 Siswa Berasal dari Blora ‎

Berita

Dinas Pendidikan Blora Optimis Pemenuhan Kebutuhan Guru dengan Pengangkatan PPPK

badge-check


					Dinas Pendidikan Blora Optimis Pemenuhan Kebutuhan Guru dengan Pengangkatan PPPK Perbesar

Klikjateng, Blora – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, optimis bahwa kebutuhan tenaga pendidik di Blora dapat terpenuhi melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini disampaikan Sunaryo saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 14 Oktober 2024. Ia menjelaskan bahwa pengangkatan PPPK di tahun 2024 diharapkan mampu mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga pendidik.

Menurut Sunaryo, formasi PPPK untuk tenaga pendidik di Kabupaten Blora cukup besar setiap tahunnya. “Insyaallah, dengan pengangkatan PPPK periode 2024 ini, kebutuhan guru kita sudah tercukupi. Apalagi formasi PPPK termasuk besar setiap tahun, sehingga guru-guru kita dapat terpenuhi kebutuhannya dari PPPK,” ujarnya.

Antisipasi Kekurangan Guru

Namun, Sunaryo juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan tetap mengantisipasi adanya kekurangan guru, terutama karena banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun. Ia menjelaskan bahwa saat ini rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk guru belum tersedia, sehingga fokus utama adalah melalui formasi PPPK.

“Iya, kita tetap mengantisipasi dengan adanya guru yang pensiun. Sampai saat ini, rekrutmen CPNS untuk guru tidak ada, sehingga honorer yang guru hanya bisa melalui formasi PPPK,” tambahnya.

Beban Anggaran Gaji ASN

Sunaryo juga menyoroti besarnya beban anggaran yang dihadapi pemerintah daerah terkait gaji ASN. “Konsekuensi dari banyaknya pengangkatan PPPK adalah beban gaji yang tinggi. Gaji ASN di Blora hampir 40 persen dari APBD, yang menjadi beban berat bagi daerah untuk memenuhinya,” jelasnya.

Meskipun demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora tetap berkomitmen untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan tambahan guru, melalui kebijakan pengangkatan PPPK.

(Angga)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita