Klikjateng, Blora – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, mengungkapkan komitmen jajarannya dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Blora melalui serangkaian program unggulan. Dalam pernyataannya, Senin (14/10/2024), Sunaryo menyebutkan bahwa salah satu fokus utama adalah peningkatan prestasi siswa di berbagai ajang lomba, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Dorong Prestasi Siswa Melalui Berbagai Lomba
Sunaryo menjelaskan, mutu pendidikan diukur dari berbagai aspek, termasuk implementasi kurikulum merdeka, peningkatan literasi, serta prestasi siswa dalam berbagai kompetisi. “Kami ingin mendorong siswa di Blora agar mampu bersaing di berbagai lomba seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga dan Seni Siswa Nasional (O2SN), serta Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI),” ujarnya.
Prestasi yang telah dicapai pada tahun 2024 menjadi bukti konkret dari upaya ini, di mana siswa SMPN 1 Blora berhasil meraih perunggu pada ajang OSN Matematika tingkat nasional. “Ini menunjukkan bahwa siswa Blora memiliki potensi besar, dan kami akan terus mendukung mereka untuk berprestasi lebih tinggi,” tambah Sunaryo.
Peningkatan Anggaran untuk Pembinaan Siswa
Dinas Pendidikan Blora akan menaikkan anggaran pembinaan siswa pada tahun 2025 guna meningkatkan dukungan bagi para siswa berprestasi. “Kami akan memberikan pendampingan intensif kepada siswa yang telah berprestasi di tingkat kabupaten, sehingga mereka siap bersaing di tingkat provinsi dan nasional,” jelasnya.
Tidak hanya itu, proses seleksi di tingkat sekolah hingga kabupaten juga akan mendapatkan perhatian khusus, dengan seluruh biaya pembinaan dan pendampingan dibiayai oleh dinas. “Pembimbing untuk siswa yang berprestasi di tingkat kabupaten akan kami berikan pembinaan lebih lanjut agar mereka bisa bersinar di tingkat provinsi dan nasional,” imbuh Sunaryo.
Upaya Pemerataan Akses Pendidikan di Daerah Terpencil
Selain fokus pada prestasi, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora juga berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan, terutama di daerah terpencil. Meski jumlah siswa di beberapa sekolah kecil tergolong sedikit, Sunaryo menegaskan bahwa layanan pendidikan di daerah tersebut tetap menjadi prioritas. “Walaupun hanya ada 5 hingga 6 siswa di satu kelas, kami tetap membuka sekolah tersebut. Tidak ada rencana untuk melakukan penggabungan (merger) sekolah,” ujarnya.
Program Kartu Blora Pintar (KABITE) juga diutamakan untuk membantu anak-anak di daerah terpencil mendapatkan akses pendidikan yang layak. Selain itu, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk membuka program pendidikan kesetaraan, seperti Paket A, B, dan C, bagi mereka yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal.
Tekan Angka Putus Sekolah dan Tingkatkan Partisipasi
Dinas Pendidikan Kabupaten Blora juga mengambil langkah tegas untuk menekan angka putus sekolah, terutama di kalangan anak-anak yang harus bekerja membantu orang tua atau menghadapi kesulitan ekonomi. “Kami tidak ingin ada anak yang putus sekolah dengan alasan apa pun, terutama karena faktor ekonomi. Semua anak di Blora harus mendapatkan hak mereka untuk belajar,” tegas Sunaryo.
Melalui berbagai program yang diterapkan, Sunaryo berharap angka rata-rata lama sekolah di Blora yang saat ini masih berada di angka 7,2 tahun (setara dengan siswa kelas satu SMP) dapat meningkat. Target dinas adalah mencapai harapan lama sekolah sebesar 12,5 tahun, yang setara dengan tingkat pendidikan diploma satu.
(Angga)






