Menu

Mode Gelap
Motor Tabrak Truk Parkir, Satu Korban Jiwa di Jalan Blora–Randublatung Lindu Aji Blora Bangkit Setelah Tiga Tahun Vakum, Gelar Muscab dan Reorganisasi Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah, Perkuat Akses dan Kedekatan Polri–Masyarakat Aksi Heroik Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok dari Perlintasan Kereta Api Polres Blora Raih Penghargaan TRCPPA atas Respon Cepat Tangani Kasus Perempuan dan Anak Bupati Arief Rohman Hadiri Pemilihan Pengurus IMPARA UNNES, Tegaskan Dukungan Pemkab Blora untuk Mahasiswa

Berita

Upaya Dinas Pendidikan Blora Tingkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru

badge-check


					Upaya Dinas Pendidikan Blora Tingkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Perbesar

Klikjateng, Blora – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melaksanakan berbagai program strategis guna meningkatkan kompetensi, kesejahteraan, dan pemerataan tenaga pendidik. Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Blora, Kariyono, menyampaikan langkah-langkah nyata yang telah ditempuh untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan di wilayah Blora.

Pengembangan Kompetensi Guru Menurut Kariyono, pengembangan kompetensi guru menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah di Blora. “Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendata seluruh guru melalui Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Data ini penting untuk memastikan seluruh guru mendapatkan program pengembangan yang sesuai, seperti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG),” ujar Kariyono. Diruang kerjanya Pada hari Senin (14/10/2024).

PPG sendiri merupakan program yang diselenggarakan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang telah ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Melalui program ini, diharapkan para guru dapat mengembangkan kompetensi profesionalnya sehingga dapat memberikan pendidikan yang lebih berkualitas kepada siswa.

Proses Sertifikasi Guru: Tantangan dan Solusi Kariyono menegaskan bahwa sertifikasi guru merupakan salah satu syarat penting bagi seorang pendidik untuk memperoleh status resmi sebagai guru profesional. Namun, proses sertifikasi ini tidak lepas dari tantangan, terutama terkait validasi data guru. “Salah satu tantangan terbesar adalah data guru calon penerima sertifikasi yang belum valid. Misalnya, gelar pendidikan di Dapodik dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) kadang tidak sinkron,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Blora mengadopsi mekanisme rekomendasi data (Rekom) yang bertujuan untuk mencocokkan data-data guru agar valid dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Dengan demikian, proses sertifikasi dapat berjalan lebih lancar dan adil bagi para guru.

Kebutuhan Tenaga Pendidikan di Blora Blora, seperti banyak daerah lain di Indonesia, masih menghadapi masalah kekurangan tenaga pendidik, meskipun dalam jumlah yang tidak terlalu signifikan. “Saat ini memang ada kekurangan tenaga pengajar, tetapi tidak banyak. Dalam 2-3 tahun terakhir, kita sudah menambah sekitar 3.161 tenaga pendidik melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” ungkap Kariyono.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar yang masih kurang, Dinas Pendidikan Blora telah membuka kembali seleksi PPPK dengan menyediakan 385 formasi baru untuk guru mata pelajaran dan guru kelas. Ini menjadi upaya berkelanjutan dalam memastikan bahwa setiap sekolah di Blora memiliki jumlah tenaga pengajar yang memadai.

Kebijakan Guru Honorer: Peluang Menjadi ASN Guru honorer di Blora memiliki peluang yang besar untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur PPPK. Kariyono menyebutkan bahwa selama guru honorer tersebut sudah terdaftar di database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan masuk dalam dapodik, maka peluangnya sangat besar. “Sekitar 90% dari guru honorer yang bekerja di sekolah negeri memiliki peluang besar untuk diangkat menjadi guru PPPK, terutama jika mereka lolos administrasi dan memiliki nilai terbaik,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Blora terus bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan untuk memberikan pelatihan bagi guru honorer yang nantinya akan mengikuti seleksi PPPK.

Program Pelatihan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan Blora telah menyediakan berbagai program pelatihan yang ditujukan bagi guru dan tenaga kependidikan. Beberapa program unggulan di antaranya adalah Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pelatihan Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Program-program pelatihan ini diharapkan dapat membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam mengelola pembelajaran,” ujar Kariyono. Selain itu, para guru juga didorong untuk terus mengembangkan dirinya melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dan lembaga lainnya.

Penghargaan dan Apresiasi untuk Guru Berprestasi Dinas Pendidikan Blora juga memberikan perhatian khusus terhadap guru-guru berprestasi. “Kami memberikan penghargaan berupa uang pembinaan bagi guru yang berprestasi, dan kadang juga memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tambah Kariyono.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Blora. Selain itu, penghargaan ini juga diharapkan dapat memotivasi para guru untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi siswa-siswinya.

Menghadapi Tantangan di Era Digital

Di era digital saat ini, tantangan terbesar yang dihadapi oleh para guru adalah bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dinas Pendidikan Blora telah mempersiapkan para guru untuk menghadapi tantangan ini melalui program Guru Penggerak, yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dan GTK.

“Di Blora, sudah ada sekitar 680 guru penggerak yang dilatih untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Mereka berperan sebagai motor penggerak di sekolah-sekolah untuk memastikan bahwa penggunaan teknologi dapat dioptimalkan,” jelas Kariyono.

Penyebaran Guru di Daerah Terpencil Mengenai distribusi tenaga pendidik, Kariyono menyebutkan bahwa pemerataan guru di daerah terpencil menjadi salah satu fokus Dinas Pendidikan Blora. “Kami memastikan bahwa distribusi guru di daerah terpencil terpenuhi, meskipun ada beberapa guru yang dimutasi untuk lebih dekat dengan domisilinya, terutama bagi mereka yang sudah senior,” paparnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada sekolah di daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar, sekaligus memberikan keseimbangan bagi para guru yang telah lama bertugas jauh dari rumah.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Dinas Pendidikan Blora optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Blora serta memastikan kesejahteraan dan kompetensi para guru dan tenaga kependidikan terjaga dengan baik.

 

(Angga)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita