Menu

Mode Gelap
370 Ribu Warga Blora Terdaftar PBI JKN, 30 Ribu Lebih Berstatus Nonaktif ‎ Syukuran Jalan Baru, Bupati Blora Sahur Lesehan Bareng Warga Desa Kemiri Pemkab Blora Buka Tarawih Keliling 2026, Rangkai Blora Menyapa dan Baznas Berbagi Pemkab Blora Gelar Pisah Sambut Dandim 0721, Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan 2026 Dua Mobil Senggolan Saat Mendahului di Depan Yonif 410 Alugoro, Tidak Ada Korban Jiwa Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Sungai Blora, Diduga Karena Riwayat Penyakit

Berita

370 Ribu Warga Blora Terdaftar PBI JKN, 30 Ribu Lebih Berstatus Nonaktif ‎

badge-check


					370 Ribu Warga Blora Terdaftar PBI JKN, 30 Ribu Lebih Berstatus Nonaktif ‎ Perbesar

Klikjateng, Blora – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Blora mencatat jumlah penerima bantuan iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Blora pada 2025 mencapai 370.577 jiwa. Namun dari total tersebut, sebanyak 30.340 peserta berstatus nonaktif.

‎Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, Jumat, menjelaskan bahwa status nonaktif umumnya disebabkan ketidaksesuaian data kependudukan, perpindahan segmen kepesertaan, peserta meninggal dunia, maupun hasil verifikasi dan validasi data sosial ekonomi.

‎Menurutnya, PBI JKN merupakan skema jaminan kesehatan dengan iuran yang dibayarkan pemerintah bagi masyarakat kurang mampu. Peserta berhak memperoleh layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎“Dengan masih adanya 30.340 peserta nonaktif, pemerintah daerah didorong terus melakukan pembaruan dan sinkronisasi data agar masyarakat yang benar-benar berhak tetap terlindungi,” ujarnya.

‎Masyarakat juga diimbau untuk memastikan data kependudukan, terutama Nomor Induk Kependudukan (NIK), dalam kondisi valid dan aktif agar tidak mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan.

‎DTSEN Gantikan DTKS

‎Dinsos P3A Blora mulai menerapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sejak Maret–Mei 2025 untuk menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi dan ketepatan sasaran bantuan sosial.

‎Luluk menyebutkan, akumulasi Desil 1–5 pada 2025 tercatat sebanyak 176.476 keluarga atau 488.179 jiwa. Rinciannya, Desil 1 sebanyak 44.741 keluarga (115.298 jiwa), Desil 2 sebanyak 41.906 keluarga (116.788 jiwa), Desil 3 sebanyak 30.312 keluarga (87.768 jiwa), Desil 4 sebanyak 27.460 keluarga (77.256 jiwa), dan Desil 5 sebanyak 32.057 keluarga (91.069 jiwa).

‎Sementara itu, rekap awal DTSEN per Maret 2025 mencatat total 330.664 keluarga atau 928.495 jiwa, dengan mayoritas masih berada pada kelompok desil bawah dan menengah.

‎“Data tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan dan evaluasi kebijakan perlindungan sosial agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” terang Luluk.

‎Keaktifan JKN Masih 68 Persen

‎Di sisi lain, tingkat keaktifan peserta JKN di Kabupaten Blora per Januari 2026 tercatat 68 persen. Angka ini masih berada di bawah target RPJMN 2025–2029 sebesar 80 persen.

‎Kepala BPJS Kesehatan Cabang Blora, Mulianto, menyebutkan cakupan kepesertaan JKN di Blora telah mencapai 96,8 persen. Namun angka tersebut belum memenuhi target Universal Health Coverage (UHC) 2025 sebesar 98,6 persen sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

‎Blora masih memiliki selisih sekitar 12 persen untuk target keaktifan dan 1,8 persen untuk target cakupan.

‎Adapun rincian peserta JKN di Blora meliputi PBI JKN sebanyak 371.364 jiwa, PBPU Pemda 62.381 jiwa, PPU swasta 81.140 jiwa, PPU negeri 55.028 jiwa, serta PBPU dan Bukan Pekerja (mandiri) sebanyak 74.330 jiwa.

‎BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong peningkatan keaktifan peserta agar manfaat JKN dapat dirasakan masyarakat secara merata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Berita