Klikjateng, Pati – Dalam upaya mengurangi angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati mengumumkan bahwa lima perusahaan telah membuka total 10.800 lowongan pekerjaan yang secara khusus ditujukan bagi kaum perempuan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi separuh dari jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Pati, yang saat ini berkisar pada angka 25.000 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto, mengungkapkan bahwa dengan jumlah lowongan pekerjaan sebesar itu, diharapkan mampu menyerap sebagian besar tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di daerah tersebut. “Dengan lowongan sebanyak itu, seharusnya bisa mengurangi separuh dari jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Pati,” kata Bambang di Pati, Minggu.
Bambang menjelaskan bahwa pengangguran terbuka di Pati tidak sepenuhnya berarti tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Banyak di antara mereka yang sering berpindah-pindah pekerjaan karena mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan keinginan dan harapan mereka. Meskipun demikian, tingkat pengangguran terbuka di Pati telah menunjukkan penurunan, dari 4,29 persen menjadi 3,84 persen.
“Saat ini, banyak kaum muda yang menginginkan pekerjaan yang mudah dengan gaji besar, sehingga sering terjadi keluar masuk pekerjaan,” jelas Bambang. Ia menambahkan bahwa sementara sebagian besar lowongan pekerjaan yang tersedia ditujukan bagi kaum perempuan, jumlah pengangguran terbuka di Kabupaten Pati sebagian besar terdiri dari laki-laki.
Kelima perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan tersebut adalah PT Djarum, HWI, Dua Kelinci, PT Sejin Fashion Indonesia, dan PT Nikorama Citra Tobako. PT Djarum menyediakan 1.110 lowongan, HWI membuka 3.500 lowongan, PT Dua Kelinci menawarkan 3.000 lowongan, PT Sejin Fashion Indonesia menyediakan 2.000 lowongan, dan PT Nikorama Citra Tobako membuka 1.250 lowongan. Lowongan pekerjaan ini mencakup berbagai bidang industri seperti rokok, sepatu, makanan, dan mode.

Menurut Bambang, informasi mengenai lowongan pekerjaan tersebut telah disebarluaskan kepada masyarakat luas dengan harapan dapat terserap oleh mereka yang membutuhkan pekerjaan. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati juga berupaya mengurangi pengangguran terbuka melalui program pelatihan kerja yang disesuaikan dengan minat dan bakat masyarakat.
“Pelatihan kerja yang kami buka mencakup banyak bidang keahlian, mulai dari kuliner, rias, menjahit, teknik, hingga permesinan,” ujarnya. Program pelatihan kerja ini tidak hanya diselenggarakan di dalam kelas, tetapi juga melalui program pelatihan MTU (mobile training unit) yang mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat.
Upaya komprehensif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Pati, tidak hanya dengan menyediakan lapangan pekerjaan tetapi juga dengan meningkatkan keterampilan dan keahlian tenaga kerja lokal.
(Ag/Ac)






